Cairbos – Racing Santander Akhiri Penantian 14 Tahun, Salah Satu Pendiri La Liga Resmi Kembali ke Panggung Tertinggi Sepak Bola Spanyol

Cairbos – Racing Santander akhirnya mengakhiri penantian panjang selama 14 tahun untuk kembali berlaga di La Liga. Kepastian itu datang setelah mereka membantai Valladolid dengan skor telak 4-1 di hadapan pendukung setia mereka di Estadio El Sardinero, Sabtu (17/05/2026). Kemenangan besar di kandang sendiri itu menjadi momen bersejarah yang telah lama dinantikan oleh klub, pemain, dan seluruh suporter Santander.

Dengan dua pertandingan tersisa di musim reguler, posisi Racing Santander di puncak klasemen divisi kedua Spanyol nyaris tidak tergoyahkan. Mereka unggul tujuh poin dari para pesaingnya, selisih yang lebih dari cukup untuk memastikan mereka finis di salah satu dari dua tempat promosi otomatis yang tersedia. Artinya, musim depan, nama Racing Santander akan kembali tertera di jadwal La Liga bersama klub-klub elite Spanyol.

Memang, perebutan gelar juara divisi kedua belum sepenuhnya tuntas. Deportivo La Coruna, yang baru akan menjalani pertandingan mereka pada hari Senin, secara matematis masih berpeluang merampas posisi teratas dari Santander. Namun, yang sudah pasti dan tidak bisa berubah adalah hak promosi Santander itu sendiri. Sementara itu, Almeria yang sebelumnya mengintai dari posisi ketiga harus menyerah pada kenyataan pahit. Mereka kebobolan dua gol hanya dalam 12 menit terakhir laga dan akhirnya takluk 2-1 di kandang sendiri menghadapi Las Palmas. Kekalahan itu secara matematis menutup peluang Almeria untuk mengejar ketertinggalan dan merebut tiket promosi otomatis.

Kembalinya Racing Santander ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol bukan sekadar cerita tentang promosi biasa. Ini adalah perjalanan panjang sebuah klub bersejarah yang pernah menjadi salah satu pendiri Liga Spanyol, berjuang keras merangkak kembali dari keterpurukan. Santander terakhir kali merasakan atmosfer La Liga pada musim 2011-12, dan saat itu pun pengalaman mereka berakhir dengan cara yang menyakitkan — finis di posisi paling bawah klasemen, menjadi tim yang paling banyak menderita kekalahan di antara semua peserta liga. Belum cukup sampai di sana, musim berikutnya mereka bahkan terdegradasi satu level lebih dalam hingga terlempar ke divisi ketiga Spanyol, sebuah jurang yang terasa begitu dalam bagi klub dengan sejarah sebesar Santander.

Proses kebangkitan itu pun tidak berjalan mulus atau cepat. Musim lalu, Racing Santander memang berhasil finis di posisi kelima Liga 2, cukup untuk menembus babak playoff promosi. Namun perjuangan mereka terhenti di babak semifinal, meninggalkan rasa frustrasi sekaligus memupuk tekad yang lebih besar untuk musim ini. Dan kini, tekad itu berbuah hasil yang sesungguhnya. Musim 2026-27 akan menjadi babak baru bagi Racing Santander — bukan sekadar tim yang kembali, tetapi sebuah institusi sepak bola Spanyol yang akhirnya menemukan jalannya pulang.

Scroll to Top